Senin, 12 Januari 2009

Diesel Work





















Diesel Engines vs. Gasoline Engines­­
­In theory, diesel engines and gasoline engines are quite similar. They are both internal combus­tion engines designed to convert the chemical energy available in fuel into mechanical energy. This mechanical energy moves pistons up and down inside cylinders. The pistons are connected to a crankshaft, and the up-and-down motion of the pistons, known as linear motion, creates the rotary motion needed to turn the wheels of a car forward.
Both diesel engines and gasoline engines covert fuel into energy through a series of small explosions or combustions. The major difference between diesel and gasoline is the way these explosions happen. In a gasoline engine, fuel is mixed with air, compressed by pistons and ignited by sparks from spark plugs. In a diesel engine, however, the air is compressed first, and then the fuel is injected. Because air heats up when it's compressed, the fuel ignites.
The following animation shows the diesel cycle in action. You can compare it to the animation of the gasoline engine to see the differences:
Image courtesy Baris Mengutay
The diesel engine uses a four-stroke combustion cycle just like a gasoline engine. The four strokes are:
Intake stroke -- The intake valve opens up, letting in air and moving the piston down. ­Compression stroke -- The piston moves back up and compresses the air. Combustion stroke -- As the piston reaches the top, fuel is injected at just the right moment and ignited, forcing the piston back down. Exhaust stroke -- The piston moves back to the top, pushing out the exhaust created from the combustion out of the exhaust valve.
Remember that the diesel engine has no spark plug, that it intakes air and compresses it, and that it then injects the fuel directly into the combustion chamber (direct injection). It is the heat of the compressed air that lights the fuel in a diesel engine. In the next section, we'll examine the diesel injection process.
For Detail .... Klik Disini ....!!!

Senin, 05 Januari 2009

Japan Electronic


Tergesernya Elektronik Jepang

Pada kisaran era tahun 1940 sampai dengan 1994, dominasi akan produk- produk elektronik dari negeri Sakura di dunia elektronik sangat besar sekali. Mulai dari produk-produk elektroniknya, standar- standar komponennya, juga Metode dan strategi pemasaran. Dalam rentang tahun yang begitu lama ini membuat para konsumen jatuh hati kepada produk- produk elektronik keluaran Jepang, misalkan produk dengan merek Sharp, Mitsubishi, Sanyo, dan National. Pada saat itu banyak juga negara- negara lain yang ikut dalam pengembangan produk- produk elektronika seperti Amerika dan negara- negara Eropa, akan tetapi khususnya untuk konsumen di Indonesia produk- produk dari Jepang jauh lebih mendominasi.
Dunia elektronik saat itu terdapat 3 penggolongan standart :
1. Standart Jepang
2. Standart Eropa
3. Standart Amerika
Penggolongan standart ini dibuktikan dengan keluarnya produk- produk komponen elektronik yang berbeda antara satu standart dengan standart yang lain, seperti misalkan Kompoen transistor 2SC 1971, 2SB......, 2 SC......, 2 SD....... dimana beberapa transistor ini nyata- nyata menggunakan standart Jepang. Keunggulan secara kualitatif sangat diprioritaskan pada beberapa produk elektronika saat itu, sehingga masing- masing negara berlomba- lomba untuk memproduksi produksi elektronika dengan kualitas yang baik, meskipun pada akhirnya harga dipasaran menjadi lebih mahal.
Kualitas mencakup beberapa hal :
1. Keawetan
2. Daya tahan terhadap suhu
3. Tersedianya suku cadang yang aman dipasaran
4. Pengoperasian yang mudah dan simple
5. Daya tahan terhadap pemberlakuan- pemberlakuan fisik lainnya
Memasuki era tahun 1995, Republik Rakyat China (Tiongkok) secara ekonomi global memasuki gejala kebangkitan, hal ini salah satunya ditandai dengan kemampuan dan kemauan dari China untuk dapat berpartisipasi dalam pengembangan ilmu dan teknologi termasuk didalamnya dunia elektronik. Pada awal tahun tersebut China mulai menggelontorkan beberapa produk- produk elektroniknya untuk ikut meramaikan pasar. Beberapa merek produk China diantaranya Changhong, Fujitech, Takachi, Domfeng, dan masih banyak yang lain. Antusias pasar saat itu tidak begitu merespon akan kehadiran produk- produk dari China, sehingga pangsa pasar elektronika jepang relatif masih bisa bertahan. Pada perkembangannya China tidak henti- hentinya untuk ikut bersaing dipasaran, taktik dan strategi baru dalam meraih simpati konsumen mulai dikembangkan,mulai dari pelabelan, pengembangan fitur, pengembangan design, pengembangan metode pemasaran, dan masih banyak strategi lain yang dipergunakan.


Strategi berupa perbaikan dan peningkatan fitur serta penawaran dengan harga murah, merupakan strategi yang mampu menggoyahkan asumsi konsumen pada produk- produk jepang, sehingga produk China mulai diminati oleh banyak konsumen.


Produk- produk Jepang mulai tergeser di pasaran, dimana semula produk Jepang memprioritaskan pada kualitas, sekarang mulai mengikuti strategi China dimana Kualitas bukan lagi sesuatu yang diminati oleh banyak konsumen, akan tetapi kemampuan fitur dan harga murahlah yang sekarang ini justru banyak diminati konsumen. Tak heran sekarang Jepang-pun mulai menggunakan strategi ini, seperti halnya produk Sharp yang sekarang dapat dijumpai dengan harga yang relatif murah, juga produk- produk jepang yang lain mulai menngelontorkan produk dengan harga- harga murah dan fitur yang memadai.


Menyikapi hal ini, masyarakat perlu untuk menentukan pilihannya masing- masing.



Sabtu, 03 Januari 2009

Digitally Camera



Tip memilih camera digital :

sekarang ini banyak sekali produk- produk kamera digital dipasaran, sehingga terkadang kita bingung untuk memilihnya. Mulai dari yang harganya murah sampai dengan yang paling mahal, mulai dari merek a sampai dengan z dapat kita jumpai.

Berdasarkan masukan dan pendapat dari pengguna camera digital, maka didapatkan beberapa tip- tip berikut supaya dapat dijadikan bahan pertimbangan di dalam memilih sebuah produk kamera digital :

  1. Pilih resolusi/ kepadatan hasil gambar diatas 2 Mega Pixel, sudah barang tentu semakin tinggi semakin baik.
  2. Pilih kamera digital yang memiliki kemampuan/ dilengkapi dengan Optical Zoom.
  3. Pilih kamera digital yang memiliki kemampuan/ dilengkapi fasilitas a/v out ataupun dv out ataupun usb out, sehingga memudahkan kita didalam koneksi dengan perangkat yang lain.
  4. Pilih kamera digital yang menggunakan batere konvensional, sehingga dimasa mendatang mudah didalam penggantian suku cadang batere.
  5. Pilih kamera digital yang dilengkapi dengan memory card dengan capasitas tinggi.
  6. Pilih kamera digital yang mampu dipakai untuk pengambilan still image photo maupun video recording.

Info lebih .... Klik Disini....!

Mesin Diesel

The diesel engine is a type of internal combustion engine; more specifically, it is a compression ignition heat engine, in which the fuel is ignited by being suddenly exposed to the high temperature and pressure of a compressed gas, rather than by a separate source of ignition, such as a spark plug, as is the case in the gasoline engine. This is known as the diesel cycle, after German engineer Rudolf Diesel, who invented it in 1892 based on the hot bulb engine and received the patent on February 23, 1893. Diesel intended the engine to use a variety of fuels including coal dust. He demonstrated it in the 1900 Exposition Universelle (World's Fair) using peanut oil (such as biodiesel).
The modern diesel engine is a combination of two inventor's creations. In all major aspects, it holds true to Diesel's original design, of the fuel being ignited by compression. However, nearly all present-day diesel engines use the so-called 'cold-fuel' injection system invented by Herbert Akroyd Stuart, inventor of the hot bulb engine (a similar type of engine where compression-ignition is assisted by a metal 'hot bulb' in the combustion chamber which is pre-heated before starting and then is kept hot by the ignition process). 'Cold-Fuel' injection is where the fuel is raised to extreme pressures by mechanical pumps and delivered to the combustion chamber by pressure-activated injectors. Diesel's original engine injected fuel with the assistance of compressed air, which atomised the fuel and forced it into the engine through a nozzle. The compressed air heated the fuel slightly, hence the name 'hot-fuel' injection. Cold-fuel systems are lighter, simpler and allow much faster engine speeds, and so are universally used for automotive diesel engines. Hot-fuel systems provide very efficient combustion under low-speed, high-load conditions, especially when running on poor-quality fuels, and so some large 'cathedral' marine engines use hot-fuel injection.

Lebih lengkap... Klik Disini ....!

Televisi LCD





Teknologi LCD ( Liquid Crystal Display )

Teknologi LCD pertama kali diluncurkan pada beberapa produk elektronik saku seperti Jam tangan digital, kalkulator, game, dll. Saat itu display atau tampilan masih dalam kategori monochrome ( satu warna ) yakni hitam.


info lebih tentang teknologi LCD ........ Klik Disini...... !


Pada perkembangannya kemudian LCD dikembangkan ke dalam kategori live object display ( tampilan obyek nyata ) seperti gambar manusia, gunung, atau benda- benda obyek lain. dan sudah barang tentu tidak menggunakan monochrome lagi melainkan Unichrome ( banyak warna )

Dewasa ini perkembangan dunia LCD begitu pesatnya, terbukti dengan munculnya Televisi LCD sebagai generasi paling mutakhir dari penggunaan LCD dalam kehidupan manusia.


Info lebih tentang Televisi LCD.... Klik Disini .......!

Honda Motorcycle

HONDA
Sepeda motor Honda sudah terkenal sejak dulu kala. Kehandalan dan keawetannya membuat semua orang untuk tidak beralih ke merek sepeda motor yang lain. Meskipun masih ada merek lain yang juga berkompetitif di pasar seperti Yamaha, Suzuki, Kawasaki, ataupun merek- merek baru lain, akan tetapi Honda mampu meraih simpati tersendiri di kalangan masyarakat.

Ingin lebih banyak info tentang Honda............... Klik disini ..........